MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR
Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat
 
koleksi hobiis
profil hobiis
online store  
 

 

   

 

 
Pemijahan Ikan Koi secara Alami / Tradisional 
(Sistem Petani Koi Blitar)*I
Oleh:Budi Hardjo **
 
Persiapan Tempat Pemijahan

Tempat pemijahan adalah kolam terbuat dari semen atau fiber glass yang telah dibersihkan dan disucihamakan (dengan PK dan atau garam ikan).

Isi air dengan kedalaman antara 30 cm (minimum) s/d 60 cm (maksimum). Kedalaman air ditentukan oleh besar kecilnya induk koi. Ukur Kadar Garam, pH, Suhu, Kesadahan dan Kadar Oksigen terlarut.

Kadar Garam terlarut berkisar minimum 1/10% dan maksimum 1%. Satu liter air minimum 1 gram dan maksimum 10 gram.

H air berkisar : 5.5 s/d 7.5

Kesadahan / Salinitas / Kekentalan air diukur dengan derajat dH atau degress of German Hardness, berkisar 50 derajat dH s/d 200 derajat dH.

Kadar Oksigen normalnya 4 ppp.

Suhu air berkisar 10 derajat C s/d 30 derajat C.

 
Cara mudah persiapan air :
Siapkan air, beri aerasi dan atau semburan dengan pompa air dan diamkan minimal 3 hari tiga malam (3 X 24 jam), akan lebih bagus bila tumbuh lumut di dinding kolam. Siapkan ijuk yang telah digapit bambu dan letakan melayang dalam air.
 
Persiapan Pemilihan dan Karantina Induk

Umur minimal 24 bulan dan ukuran minimal 35 cm.

Induk jantan bila dilihat dengan mata akan terlihat relatif lebih panjang dan perutnya tidak buncit. Sirip depan kasar dan lebih lincah.

Induk betina bila dilihat dengan mata akan terlihat pendek dan buncit perutnya, gerakan lamban dan sirip depan halus. Perut induk betina bagian bawah bila dipegang cenderung lunak / empuk itu pertanda induk tersebut siap bertelur.

Siapkan 1 ekor induk betina dan 3 - 5 ekor induk jantan dengan perbandingan berat 1 : 3

Induk jantan dan betina dipisah / dikarantina (tanpa dicampur dengan ikan lain).

Induk jantan tidak perlu diberi makan selama karantina, sedang induk betina diberi makan seperti biasa.

 
Pemijahan/Pencampuran Induk Jantan & Betina

Setelah dikarantina selama 3 hari 3 malam (3 X 24 jam) maka induk jantan dan induk betina dicampur dalam kolam pemijahan yang telah disiapkan.

Pencampuran induk tersebut biasanya dilakukan antara jam 16.00 s/d 18.00 sore hari

Kolam pemijahan ditutup dengan jala agar ikan tidak lompat keluar kolam dan dibiarkan sampai besok paginya.

 
Pengangkatan Induk dari Kolam
Sekitar jam 05.00 pagi hari, periksa ijuknya. Bila ada telurnya, segera angkat induk jantan dan betinanya. Bila belum ada telurnya, biasanya dikarenakan induk betinanya belum siap dipijah. Lakukan ulang / diulang prosedur : Persiapan, Pemilihan & Karantina Induk
 
Pemeliharaan dan Penetasan Telur

Setelah induk jantan dan betina diangkat, biarkan saja kolam pemijahan tersebut selama 3 hari 3 malam. Selelah 3 hari 3 malam, telur akan dinyatakan menetas semua. Setelah menetas, jangan diberi makan selama 4 hari 4 malam.

Air jangan diganti, tetapi ditambah. Lakukan pemanbahan air bila air surut, tidak perlu diberi semburan air / aerasi.

 
Pemberian Pakan

Pemberian pakan dilakukan setelah induk diangkat ditambah 7 hari 7 malam, atau setelah 4 hari 4 malam telur dinyatakan menetas semua.

Pakan yang diberikan adalah cacing darah. Sering dan tidak berlebihan

Pemberian pakan idealnya 5 kali sehari (jam 05.00, jam 09.00, jam 13.00, jam 17.00 dam jam 21.00)

 
Pemeliharaan Burayak

Kedalaman kolam minimal 30 cm dan maksimal 60 cm. Air jangan diganti, tetapi ditambah. Lakukan penambahan air baru setiap hari 10% s/d 30% dari volume yang ada dan tambahkan air baru bila air surut, tidak perlu diberi semburan air / aerasi.

Pemberian pakan harus sering dilakukan, bila perlu siang & malam. Bila habis di beri lagi (tapi jangan berlebihan). Pakan yang diberikan adalah cacing darah dan ingat, jangan berlebihan.

 
Seleksi Umur (umur 45 hari)

Setelah selama 45 hari burayak ikan dibari pakan cacing, dapat diseleksi dan dapat dipindahkan. Bila perlu sistem air bisa menggunakan filter, diberi aerasi dan semburan air.

Pemberian pakan dapat diberikan pakan koi yang mengandung protein tinggi. Pada umur 45 hari seleksinya adalah seleksi ukuran. Disini masuk 2 ukuran :

  • yang besar / bongsor dicampur yang besar / bongsor
  • yang kecil dicampur dengan yang kecil.

Yang besar bisa masuk Seleksi Warna (setelah 45 hari lagi). Sedang yang kecil mengulang masuk Seleksi Ukuran selanjutnya setelah 45 hari lagi atau dibuang.

 
Seleksi Warna, umur 90 hari

Hasil Seleksi Ukuran, pada umur 90 hari mulai dapat dimasukan ke tahap Seleksi Warna.

Disini terbagi menjadi 2 klas :

  • Warna pekat menjadi pilihan seleksi yang nantinya setelah 45 hari lagi akan masuk ke Seleksi Pola
  • Sedangkan warna tidak pekat menjadi klas Kropyok.

Biasanya klas Kropyok ini yang dibuang / dikonsumsi oleh para petani ikan koi di Blitar.

 
Seleksi Pola, umur 120 hari

Hasil dari Seleksi Warna, dapat dilakukan Seleksi Pola pada umur 120 hari.

Disini masuk 3 kategori klas :

  • Pola bagus masuk klas Super Kwalitas Show.
  • Pola kurang bagus, ada cacat pola masuk klas Super.
  • Pola tidak bagus masuk klas Super Pasar.

================================================

*)Tulisan ini merupakan Hak Cipta dari Budi Hardjo.
**) Breeder & Distributor Ikan Koi Blitar.

Menyuplai Bibit Ikan Koi Blitar dari Induk Import, keturunan pertama (F1). Melayani penjualan Ikan Koi Blitar secara partai maupun eceran.Melayani Pembuatan Kolam, Pembuatan Filter dan Pemeliharaan Ikan Koi.

Alamat:
Jl. Masjid Nurul Huda No. 35 Rt. 05 / Rw. 06 Kel. Tanjung Barat,
Kec. Jagakarsa, Jakarta - 12530
Telp. (021) 7829102, Hp. 0815 189 4184
Jl. Sadar II, Kec. Ciganjur, Jakarta Selatan
Hp. 0812 9276569

MENU KOI
Hama dan Penyakit

  

 

Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com