Best viewed with

 

Info Luo Han - Cupang Hias - Pojok Koi - Arwana - Diskus - Akuarium Laut- Koleksi Hobiis - Info Perundangan - Info Karantina - Forum Diskusi  - Maskoki

Kualitas Air

Hama/Penyakit

Filter

Akuarium/Tank

Direktori Ikan

Direktori Tanaman Air

Pakan Ikan

Aquascaping

Berbagai Masalah dan Pemecahannya

O-Fish Home

 

Ikan Mati Mendadak

Salah satu pengalaman yang paling buruk dan sering membuat frustasi  para akuaris adalah apabila menjumpai ikan peiharaannya mati secara tiba-tiba  tanpa sebab yang jelas, dan tanpa ada indikasi sakit atau masalah lainnya.  Apabila hal demikian terjadi, biasanya hampir tidak dapat ditentukan dengan pasti apa sebenarnya yang terjadi dengan akuarium kita.  Meskipun demikian beberapa hal berikut ini dapat menjadi penyebab kejadian tersebut.

Untuk ikan laut, beberapa kasus menunjukkan bahwa kematian mendadak berhubungan erat  dengan  cara penangkapan yang dilakukan.  Di beberapa tempat,  ikan hias laut ditangkap dengan menggunakan cyanida.  Cyanida merupakan racun yang mempunyai efek tertunda.  Kematian akibat penggunaan cyanida ini dapat terjadi beberapa hari kemudian setelah ikan ditangkap.  Sehingga bisa terjadi ikan yang tampak sehat pada saat dibeli, tiba-tiba mati setelah satu atau dua hari dalam akuarium. Oleh karena itu, sebelum membeli ikan hias laut, carilah keterangan dimana ikan tersebut ditangkap dan bagaimana cara penangkapannya.  Ikan yang ditangkap dengan menggunakan cyanida cenderung memiliki warna yang lebih intensif.

Kematian mendadak dapat juga terjadi sebagai akibat stress yang dialami ikan, terutama pada saat ditangkap dan dikirim.  Penanganan pada saat penangkapan dan transportasi yang buruk sering menjadi penyebab kematian mendadak.  

Ikan baru sering pula membawa bibit penyakit sehingga dapat menyebabkan terjadinya wabah penyakit tiba-tiba dalam akuarium yang semula dalam kondisi sehat dan terkontrol.  Oleh karena itu, jangan lupa agar selalu mengkarantinakan ikan baru seperlunya. 

Sering juga terjadi ikan mati mendadak karena kondisi air yang memburuk, meskipun secara visual air tersebut tampak jernih.   Sindrom akuarium baru, misalnya, merupakan salah satu pembunuh ikan nomer satu.   Dalam suatu sistem akuarium yang belum stabil, penambahan seekor ikan saja dapat menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem yang drastis, sehingga dapat menyebabkan kematian seluruh ikan pada akuarium tersebut.

Terdapat kecenderungan bahwa para akuaris baru sering memberikan pakan dalam jumlah berlebih.  Kelebihan pakan akan meningkatkan pertumbuhan bakteri pembusuk, sehingga dapat mengurangi kadar okigen, dan menghasilkan bahan "beracun" lain yang dapat berakibat fatal pada ikan.    Apabila anda mendapati ikan anda mati hari ini, padahal ikan tersebut baik-baik saja sehari sebelumnya.  Maka kemungkinan besar ikan tersebut mengalami keracunan sebagai akibat kelebihan pakan.

Kematian mendadak  tanpa tanda-tanda penyakit dapat disebabkan sebenarnya oleh penyakit atau parasit tertentu yang belum mencapai tahapan  terdeteksi secara visual.  Kematian mendadak juga dapat terjadi sebagai akibat ikan kelaparan.  Selain itu, dapat pula terjadi sebagai akibat alamiah, yaitu ikan tersebut telah mencapai batas akhir usianya.  Apabila anda memelihara ikan selama bertahun-tahun, kemudian mendapati ikan tersebut mati tiba-tiba, padahal ikan tersebut dalam keadaan prima dan tidak menunjukkan gejala penyakit sebelumnya, kemungkinan besar ikan tersebut mati secara alamiah.  

Penanganan.

Apabila anda mengalami kajadian ini, yang paling penting dilakukan adalah jangan panik.  Cek peralatan listrik, untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran listrik.  Segera singkirkan ikan yang mati.  Apabila ada ikan lain didalamnya yang masih hidup, cek perilaku dan penampakan fisik lainnya,  apakah masih normal atau tidak.  Kalau perlu pindahkan ikan tersebut ke dalam akuarium terpisah.   Periksa parameter air.  Lakukan koreksi parameter air apabila terjadi penyimpangan.  Ikuti prosedur keracunan apabila ditemukan indikasi keracunan.   Apabila anda yakin tidak ada kalainan pada air. Anda dapat memulai melakukan penanganan pada ikan yang tersisa. Tidak ada salahnya anda lakukan otopsi pada ikan yang mati untuk melihat ada tidaknya kelainan pada bagian internal ikan. 

 

 Copyright  2002  O-FISH. All Rights Reserved