|
Protein skimmer adalah
salah satu perangkat yang sering digunakan oleh para hobiis
akuarium laut. Bahkan
boleh dikatakan protein skimmer merupakan parangkat yang wajib
ada dalam mengelola akuairum laut, walaupun hal ini tidak
sepenuhnya benar. Fungsi utama dari sebuah protein skimmer
adalah untuk memisahkan bahan padat terlarut dalam air dengan
cara pengapungan melalui jasa gelembung-gelembuh udara yang
ditiupkan kedalam suatu kolom air.
Dalam akuarium laut proses ini sering dianggap sebagai
suatu proses tiruan untuk menduplikasi fenomena alam yang
terjadi dipantai pada saat hari-hari hangat berangin.
Pada kondisi seperti ini biasanya laut sering
mendamparkan buih/busa kepantai
dengan membawa padatan terlarut yang menempel pada buih-buih
tersebut, dan mengendapkannya disana.

Proses pemisahan padatan terlarut dengan metoda pengapungan
sebenarnya sudah lama dilakukan orang terutama dalam proses
pengolahan air. Dengan
pengapungan, melalui gelembung udara dalam air, diharapkan akan
terjadi kontak antara partikel padatan dengan antar muka air-udara
yang terbentuk melalui gelembung udara. Selanjutnya partikel
padatan ini akan terbawa kepermukaan air dan dibuang.
Asal-usul.
Adalah Rickard (1977)
yang konon pertama kali menggunakan cara pengapungan
untuk memisahkan partikel padatan dari air.
Meskipun demikian, teknik pengapungan itu sendiri
sebenarnya telah diawali pada permulaan abad 20.
Diduga penggunaan teknik ini telah dimulai pada tahaun
1890 ketika orang pertama kali mencoba memisahkan padatan dari
minyak dan lemak.
Sedangkan penggunaannya secara tentative diketahui
pertama kali dilakukan antara tahun 1901 – 1904 di Australia,
dan hak patennya di klaim pada tahun 1902 dan 1903,
berturut-turut oleh Amerika dan Inggris.
Pada saat itu gelembung udara yang digunakan dihasilkan
melalui suatau proses kimia dengan menggunakan asam-asam kuat.
Tidak berapa lama kemudian bermunculan perangkat
pengapungan dengan menggunakan gelembung udara yang ditiupkan
kedalam kolom air. Salah satu perangkat tersebut adalah protein
skimmer yang
dikenal sehari-hari dalam pengelolaan akuarium laut.
Prinsip Kerja.
Prinsip kerja dari sebuah protein skimmer
adalah menciptakan kontak antara gelembung udara dangan koloid
dan partikel-partikel padatan.
Efektifitasnya, oleh karena itu, akan sangat tergantung
pada jumlah udara yang ditiupkan, ukuran gelembung udara, laju
pergerakan gelembung dalam air, dan debit air.
Dalam satu liter air dapat dibuat sekitar
10000 gelembung udara dengan ukuran 5 mm, atau 1 milyar
gelembung udara dengan ukuran 0.1 mm.
Semakin kecil ukuran gelembung udara akan semakin besar
luas permukaan kontaknya pada suatu volume udara yang sama.
Sebagai contoh 1 liter udara dalam bentuk gelembung
berukuran 5 mm kurang lebih setara dengan 1.2 m2
luas permukan, sedangkan bila
ukuran gelembungnya adalah 1 mm maka luas permukaannya
setara dengan 6 m2 dan bila berukuran 0.1 mm luas permukaannya
setara dengan 60 m2. Dengan
demikian, semakin halus ukuran gelembung udara yang ditiupkan,
secara matematik akan semakin luas bidang kontaknya sehingga
akan semakin banyak padatan terlarut yang bisa dibawa dan
dibuang dari dalam akuarium.
Kecepatan pergerakan gelembung udara dalam
air adalah faktor lain yang menentukan keefektifan sebuah
protein skimmer. Dalam
lingkungan akuarium, gelembung udara yang dihasilkan oleh sebuah
mesin peniup udara bisa berukuran 5
- 30 mm. Gelembung
udara berukuran 1 mm apabila diperhatikan akan tampak sebagai
sebuah bola yang homogen. Gelembung
berukuran demikian akan cenderung bergerak teratur dalam air dan
cenderung bergerak lurus. Sedangan
gelembung berukuran lebih dari 2 mm akan cenderung lonjong,
sebagai akibat terjadinya tekanan pada gelomang tersebut dan
pengaruh arus air. Gerakannya cenderung berputar (spiral) dan tampak bergetar.
Getaran ini terjadi sebagai akibat terbentuknya turbulensi
di bagian bawah gelembung. Getaran tersebut dapat mengurangi keefektifan gelembung dalam
membawa partikel padat, bahkan sering partikel yang telah
terperangkap oleh gelembung menjadi telepas kembali.

Gambar2. Pergerakan Gelembung
dan pengaruh ikutannya |
Apabila gelembung udara dapat diusahakan seluruhnya berada dalam ukuran kurang dari 2 mm, maka dapat diperkirakan kecepatan bergeraknya dalam air rata-rata sekitar 20 cm/detik. Pada saat bergerak gelembung ini akan membelah air didepannya dan bersatu lagi dibagian bawah gelembung Meskipun demikian karena gerakannya tersebut maka bersatu nya lagi air dibelakang gelembug tidak serta merta terjadi tepat dibelakanya tapi akan membentuk suatu jarak. Pada jarak ini akan muncul suatu daerah yang khas yang dikenal sebagai zone mati (Gambar
2). Kahadiran zone ini sangat penting artinya dalam menciptakan kontak antara partikel padatan dengan gelembung. Pada paritkel-partikel berukuran besar zone mati demikian tidak terjadi, yang ada justru merupakan sebuah zone turbulensi. Oleh karena itu sangat direkomendasikan bahwa dalam sebuah protein skimmer diperlukan gelembung udara yang sangat halus, dengan ukuran kurang dari 2
mm. |
Daerah skimming.
Koloid-koloid padatan memegang peranan penting dalam pebentukan busa.. Pada saat gelembung-gelembung udara mencapai permukaan, gelembung-gelembung tersebut akan saling bersatu dan melekat satu dengan lainnya. Apabila partikel-pertikel padatan dalam bentuk koloid ini tidak ada, maka busa tidak akan terbentuk di permukaan. Busa yang terbentuk selanjutnya akan naik ke ruang penampung busa, sedangkan air yang terbawa akan turun kembali ke dalam kolom. Daerah terjadinya percampuran antara air dengan busa ini dikenal sebagai daerah atau zone skimming. Diatas zone ini terdapat daerah dimana terjadi pemisahan atara busa dengan air. Zone ini disebut sebagai zone
drainase. Selanjutnya adalah zone transportasi busa.
 |
 |
|
Cerobong Busa |
Tampungan busa.
Tampak busa yang tertampung membawa kotoran berwarna
coklat |
Pada zone drainase air akan turun kembali kedalam kolom skimmer sedangkan busa, selama koloid padatan masih ada, akan terbentuk terus menerus disana dan terangkat naik ke pembuangan busa. Meskipun sebagian besar air sudah akan turun pada zone ini, sebagian kecil air akan tetap terdrainase bersamaan dengan terangkatnya busa ke penampungan. Busa selanjutkan akan naik terus melalui cerobong busa dan akhirnya sampai di penampungan busa. Dengan demikian proses skimming boleh dikatakan selesai.
Tipe Protein Skimmer
Pada dasarnya ada tiga tipe skimmer yang dikenal, yaitu:
Tipe counter-current, atau tipe berlawanan arah.
Dalam hal ini arah pergerakan air dalam tabung skimmer berlawanan dengan arah pergerakan gelembung udara. Tipe ini tampaknya paling umum dijumpai dipasaran. Karena arah aliran airnya bertentangan dengan arah pergerakan gelembung udara, diharapkan gelembung udara menjadi sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel padatan.
Tipe co-curent, atau tipe searah,
Tipe ini arah pergerakan airnya searah dengan arah pergerakan gelembung udara.
Tipe venturi,
Pada tipe ini gelempung udara tidak disuplai atau dibuat oleh suatu mesin khusus, melainkan gelembung udara dihasilkan melalui venturi. Tenaga
penggeraknya biasanya berupa powerhead yang akan menyembuarkan air kedalam tabung.
Bersamaan dengan aliran yang kencang tersebut, udara di masukan melalu sebuat lubang (pipa) kedalam tabung keluaran air sehingga terhisap dan bercampur dengan air.
|

|
Tiga tipe
skimmer.
Kiri:
Counter- current, Tengah: Co-current, Kanan: Venturi;
panah merah menunjukkan arah aliran air, sedangkan panah
biru menunjukkan arah aliran udara. Pada tipe
venturi air dan udara masuk bersama-sama melalui satu
pipa yang dilengkapi dengan venturi.
|
Selain dari tipe diatas, protein skimmer tersedia pula dalam
bentuk eksternal maupun internal. Protein skimmer eksternal adalah protein skimmer yang letaknya berada diluar akuarium atau sump. Sedangkan protein skimmer internal penempatan diletakan didalam akuarium utama atau sump. Mana yang akan dipilih akan sangat terntung pada keperluan kita masing-masing.
 |
 
|
|
Skimmer Internal |
Skimmer Eksternal |
Beberapa Ketetapan Kinerja Skimmer
|
|